Kamis, 14 Juli 2011

Orang muda mengayun langkah gereja

Berjuta tanda tanya berhutankan dalam kepalaku
Hingga habis tenagaku untuk menemukan jawaban
Kepalaku sarat dengan beban tak tertahankan
Namun tetap gelisah hatiku dihujani kebingungan
tak dapat ku pahami gejolak kehidupan ini
aku jenuh!!
Marah!
Muak!
Geram!
Di mana ujung pangkal dari semua ini?
Tekanan dan kegelisahan menjenguk padaku
Dan tak ada yang ingin menjamah
Meringankan bebanku
Padahal mereka mengerti titik kuatku

Pada akhirnya
kering sudah ludahku
remuk redam batinku
hingga pudar tenagaku untuk memelas dari mereka
namun tiada yang menerima suaraku
Tiada tangan yang terulur untukku


hanya raungan dan jeritan pilu
yang senantiasa memukul-mukul gendang telinga
dan jurang yang siap menelan aku
keroposlah harapanku, pudarlah asaku

ini aku —sosok muda yang berjenggot
yang lemah tulangnya…
terbelenggu oleh kecemasan dan kegelisahan
terbelenggu oleh umpatan dan makian
gila…kotor… tidak berguna
berkumandang terus dalam lingkup hidupku

tapi, saat ini aku boleh bebas
aku bebas... merdeka !!
dan tak terbelenggu lagi
aku bisa terbang layaknya burung





menyelam bagaikan ikan
bersemayam laksana baginda
aku boleh tertawa saat aku ingin tertawa dan aku boleh menangis saat aku ingin menangis...


siapa gerangan di depanku saat ini?
mereka yang siap datang menerkamku
untuk lebih lagi menerjunkan aku
dalam bara perapian kemunafikan
meremukkan wajahku dengan dibentukkan batu keangkuhan
dan bahkan hendak mengubur aku sedalam-dalamnya


Orang2 seperti merekalah yang kuperlukan
Yang mereka bersedia memandang aku
dan tak kotor tangannya menjamah aku
rayuan dan janji-janji yang menggiurkan ditawarkan
bisikan halus dan merayu
…percayalah padaku… mendekatlah… percayalah padaku…
Mereka menjunjung tinggi aku
Lembut sentuhannya
Menyejukkan, menyegarkan,
Indahnya…
Engkau yang kujadikan bernilai…
Engkau yang kujadikan bermakna…
Engkau akan kujadikan
Engkau yang kujadikan


Hamparan angin pagi ini...
Dingin menusuk tulang
Meneropong rangkaian suara
Suara yang mau mendendang
Atau Suara pesta yang sarat akan makian dan umpatan
saat ini
Tak ada nada dan suara, sunyi... sepi dan sendiri

Ya Tuhan,
TUHAN
YA ABBA YA BAPAKU
di mana Kau ?
Mengapa hati ini gelisah
Di mana jamahan kasihMu ?
Di mana janji emasMu ?
Di sini aku
Mengais-ngais udara
Seperti sia-sia saja ku cari Engkau Tuhan.

Diubah dari MAZMUR 37

Janganlah kau marah karena orang yang berbuat jahat, janganlah iri hati pada orang yang berbuat curang padamu;
diamlah di negeri dan berlakulah setia,
dan bergembiralah karena TUHAN;
maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.
Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar,
Terhadap kau pula, hai anak muda…

mereka menggertakkan giginya terhadap kau;
mereka pun menghunus pedang dan melentur busur mereka untuk merobohkan orang-orang sengsara dan orang-orang miskin,
dan untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur;
tetapi pedang mereka akan menikam dada mereka sendiri

Musuh TUHAN seperti keindahan padang rumput: mereka habis lenyap, habis lenyap bagaikan asap.

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan.

Waspadalah
Tiada pupus kobaran api para orang fasik untuk menjerumuskanmu
Mereka akan memandangmu sebagai mangsa
Menerkammu, mencabik-cabik kulitmu

Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN;
Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan;

TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.
Maka ku katakana padaMu
Hai anak muda,
Jadilah orang benar!


Bangkitlah…
Bangkitlah…
Bangkitlah… hai engkau Kaum muda
Berlarilah meraih cita dan harapan kalbu
Ingatlah orang-orang muda…
Ia akan membenamkan diri dalam hangat pelukannya
Biarkan Ia melingkupimu dengan sayapNya
Ia membutuhkanmu
Demi tuaian-tuaian dunia
Busurnya yang menancap kuat dalam hatimu
Tak akan hempas hingga akhir nanti
Sebab kau menjadi pilihannya

Lahirlah engkau hai jiwa dan hati yang baru
Bangunlah bersama laskar malaikat
mazmurkan namaNya yang indah…
singsingkan lengan bajumu
ayunkan gerak langkahmu
maju ke depan dengan warna dan harapan baru
Dia telah memulainya… sekarang
sekarang juga engkau menyelesaikannya dalam Dia





Tidak ada komentar:

Posting Komentar